Ma'had Sabilul Qur'an

Wisuda Tahfizh Al-Qur'an MSQ 2026: Cetak Generasi Qurani Berkarakter Menuju Lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional

Wisuda Tahfizh Al-Qur’an MSQ 2026: Cetak Generasi Qurani Berkarakter Menuju Lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional

Wisuda Tahfizh Al-Qur'an MSQ 2026: Cetak Generasi Qurani Berkarakter Menuju Lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional

BOGOR — Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) menyelenggarakan Penganugerahan Para Penghafal Al-Qur’an Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Ahad (21/6/2026) bertepatan dengan 6 Muharam 1448 H. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penghargaan atas perjuangan para santri dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an sekaligus menandai kelulusan santri MSQ dan anak didik di RA Taqi Nurul Iman.

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta tersebut menghadirkan para tokoh pendidikan, ulama, pembina yayasan, wali santri, serta mitra strategis yang selama ini mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan MSQ.

Hadir dalam acara tersebut antara lain para Pembina dan Pengurus Yayasan MSQ, jajaran Mudir Ma’had Sabilul Qur’an, Syaikh Ammar bin Al-Wushobi Al-Yamani, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Ustadz H. Adian Husaini, M.Si., Ph.D., perwakilan PULDAPPI Ustadz Aniq Darajat, S.T., M.Pd., perwakilan BKsPPI Assoc. Prof. Dr. KH. Akhmad Alim, Lc., M.A., perwakilan Indonesia Window Ronald Rangkayo, CEO Lima Gram Coffee Niko Putra, perwakilan Yayasan Amaliah Astra Saefurrohman dan Nana Isnawan, tokoh masyarakat, serta para wali santri.

Menguatkan Visi MSQ 2030

Dalam sambutannya, Mudir Bidang SDM dan Dakwah MSQ, Ustadz Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag., menegaskan komitmen lembaga dalam mewujudkan visi besar MSQ 2030, yaitu menjadi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Terkemuka dan Bertaraf Internasional di Jawa Barat Tahun 2030.

Wisuda Tahfizh Al-Qur'an MSQ 2026: Cetak Generasi Qurani Berkarakter Menuju Lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional

Menurutnya, pengembangan pendidikan di MSQ berfokus pada dua pilar utama. Pertama, pendidikan tahfizh Al-Qur’an berbasis manajemen mutu yang terukur dan berkelanjutan. Kedua, pendidikan karakter aqil baligh yang bertujuan membentuk pribadi muslim yang matang secara akhlak, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pengurus yayasan, PT Nifa Persada Teknindo, serta seluruh mitra strategis yang telah membersamai perjalanan dakwah dan pendidikan MSQ selama ini.

“Keberhasilan para santri hari ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari orang tua, para asatidzah, pengurus yayasan, hingga para mitra yang terus memberikan dukungan bagi pengembangan pendidikan Al-Qur’an,” ujarnya.

Al-Qur’an Harus Menjadi Asas Peradaban

Puncak sesi ilmiah diisi oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz H. Adian Husaini, M.Si., Ph.D., melalui orasi ilmiah bertajuk “Peran Al-Qur’an dalam Membangun Peradaban.”

Menurutnya, pengembangan pendidikan di MSQ berfokus pada dua pilar utama. Pertama, pendidikan tahfizh Al-Qur'an berbasis manajemen mutu yang terukur dan berkelanjutan. Kedua, pendidikan karakter aqil baligh yang bertujuan membentuk pribadi muslim yang matang secara akhlak, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pengurus yayasan, PT Nifa Persada Teknindo, serta seluruh mitra strategis yang telah membersamai perjalanan dakwah dan pendidikan MSQ selama ini. "Keberhasilan para santri hari ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari orang tua, para asatidzah, pengurus yayasan, hingga para mitra yang terus memberikan dukungan bagi pengembangan pendidikan Al-Qur'an," ujarnya. Al-Qur'an Harus Menjadi Asas Peradaban Puncak sesi ilmiah diisi oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz H. Adian Husaini, M.Si., Ph.D., melalui orasi ilmiah bertajuk "Peran Al-Qur'an dalam Membangun Peradaban."

Dalam paparannya, Adian Husaini menekankan bahwa Al-Qur’an harus menjadi asas ilmu dan fondasi pembangunan peradaban umat Islam. Menurutnya, para penghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya menguasai hafalan, tetapi juga dituntut untuk memahami, mengamalkan, mengajarkan, serta membela nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa tujuan mempelajari Al-Qur’an bukan sekadar meraih keuntungan duniawi, melainkan sebagai petunjuk hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Para pejuang Al-Qur’an harus memiliki adab yang benar. Menghafal adalah awal perjalanan. Tugas berikutnya adalah mengamalkan, mengajarkan, dan menjaga kemuliaan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” pesannya.

Wisuda Perdana RA Taqi Nurul Iman

Momentum bersejarah juga terjadi dalam kegiatan tersebut dengan terlaksananya wisuda perdana RA Taqi Nurul Iman. Lulusan pertama yang diwisuda adalah Asiyah binti Agus Fadilla Sandi.

Wisuda Tahfizh Al-Qur'an MSQ 2026: Cetak Generasi Qurani Berkarakter Menuju Lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional

Prosesi wisuda didampingi Kepala Sekolah RA Taqi Nurul Iman, Ustadz Ubaidillah Al Ihror, S.E., bersama Pembina Yayasan MSQ H. Mariyoto. Momen ini menjadi tonggak awal pengembangan pendidikan usia dini berbasis nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan yayasan.

Penyerahan Sanad Tajwid dan Sanad Al-Qur’an

Salah satu agenda penting dalam wisuda tahun ini adalah penyerahan sanad tajwid yang diwakili oleh Kepala Sekolah, Ustadz M. Saleh, S.Ag., M.Ag., kepada perwakilan wisudawan.

Selain itu, dua wisudawan juga menerima sanad Al-Qur’an dari Assoc. Prof. Dr. KH. Akhmad Alim, Lc., M.A., sebagai bentuk pengakuan atas proses pembelajaran yang telah ditempuh sesuai tradisi keilmuan Islam yang bersambung hingga para ulama terdahulu.

Prosesi wisuda santri SMPI berlangsung penuh haru. Para wisudawan dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan dan syahadah MSQ yang diserahkan oleh jajaran mudir secara bergantian.

Haru dan Syukur Wali Santri

Suasana emosional terasa saat sesi sambutan perwakilan wali santri yang disampaikan oleh Abu Adika Ezar Ilahi. 

Dengan suara yang sempat bergetar menahan haru, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh asatidzah dan pengelola MSQ yang telah mendidik putra-putri mereka dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Ungkapan serupa juga disampaikan banyak wali santri yang hadir. Mereka mengaku bangga menyaksikan perkembangan karakter, kedisiplinan, dan kemampuan hafalan Al-Qur’an anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di MSQ.

Menyiapkan Generasi Qurani untuk Masyarakat

Dalam sambutan penutupnya, Pembina Yayasan MSQ, H. Maryoto, menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan Al-Qur’an bukan hanya menghasilkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter Qurani dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam akhlak, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata para lulusan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Syaikh Ammar bin Al-Wushobi Al-Yamani memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara wisuda yang berlangsung tertib, khidmat, dan sarat nilai pendidikan.

Komitmen Melahirkan Pemimpin Peradaban Berbasis Al-Qur’an

Wisuda Tahfizh Al-Qur’an MSQ Tahun Pelajaran 2025/2026 bukan sekadar seremoni kelulusan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar besar Ma’had Sabilul Qur’an dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berorientasi pada lahirnya generasi pemimpin masa depan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Dengan sinergi antara keluarga, guru, yayasan, masyarakat, dan berbagai mitra strategis, MSQ terus melangkah menuju visinya sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an terkemuka dan bertaraf internasional di Jawa Barat pada tahun 2030.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *