CIBINONG, BOGOR – Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) kembali berkontribusi dalam penguatan pendidikan keluarga melalui partisipasi Ust. Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag. sebagai pemateri Seminar Parenting SIT Hasan Al-Banna. Seminar bertema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Anak Beradab” ini digelar di Masjid Jami’ Al-Baliyah, Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 4 Oktober 2026, pukul 08.00-11.00 WIB.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 80 wali murid, pengurus komite wali murid, dan guru tersebut membahas pentingnya keselarasan pendidikan di rumah dan di sekolah. Ust. Agus hadir sebagai Pimpinan MSQ Bidang SDM dan Dakwah, Ketua Yayasan Markaz Studi Al-Qur’an, sekaligus pegiat parenting dan Pendidikan Aqil Baligh.
Adab Dibangun di Atas Fondasi Iman
Dalam pemaparannya, Ust. Agus menekankan bahwa pendidikan adab tidak berdiri sendiri. Adab perlu dibangun di atas fondasi iman, sebab kualitas akhlak merupakan salah satu tanda kuatnya kesempurnaan iman. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(Abu Dawud no. 4682; dinilai hasan sahih)
| “Adab adalah buah dari keimanan. Oleh karena itu, membangun adab anak harus dimulai dari penguatan keimanannya.”
Ust. Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag. |
Menurutnya, adab juga menjadi sarana penting agar nilai-nilai Islam hadir secara indah dalam kehidupan. Perilaku yang santun, jujur, bertanggung jawab, dan penuh kasih dapat membuka hati, menjaga hubungan antarsesama, serta membuat pesan-pesan agama lebih mudah diterima dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Ust. Agus juga menjelaskan bahwa pendidikan adab tidak cukup melalui nasihat. Anak membutuhkan contoh nyata dari orang dewasa di sekitarnya. Prinsip ini dikuatkan dengan QS Al-Ahzab ayat 21 tentang Rasulullah ﷺ sebagai uswah hasanah atau teladan yang baik. Maka, kerja sama orang tua dan guru menjadi sangat penting: keduanya harus berupaya menghadirkan nilai yang sama, bahasa pendidikan yang searah, dan keteladanan yang dapat dilihat langsung oleh anak.
Empat Pesan bagi Orang Tua dan Guru
Beberapa pesan praktis yang ditekankan dalam seminar ini antara lain:
- Teladan sebelum seruan. Anak lebih mudah menangkap adab yang dilihat berulang daripada nasihat yang hanya didengar.
- Penjelasan sesuai usia anak. Perintah dan larangan perlu disampaikan dengan bahasa, alasan, dan pendekatan yang sesuai tahap perkembangan.
- Berbuat baik kepada anak. Kelembutan, kedekatan, penghargaan, dan komunikasi yang sehat menjadi bagian penting dalam membangun hati anak.
- Ajarkan manhaj yang benar dan bersabar. Orang tua perlu menanamkan pemahaman agama yang benar secara bertahap, konsisten, dan sabar dalam proses pendidikan.
| “Pendidikan adab kepada anak adalah ikhtiar mengarahkan fitrah kebaikannya agar tumbuh menjadi karakter batin yang kuat dan tindakan yang tepat.”
Ust. Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag. |
Diskusi Interaktif: Dari Shalat hingga Regulasi Emosi Orang Tua
Sesi tanya jawab berlangsung aktif, terutama dari para peserta ibu. Sejumlah pertanyaan yang muncul menyentuh persoalan praktis yang dekat dengan keseharian keluarga, di antaranya bagaimana memerintahkan anak untuk shalat secara tepat, bagaimana orang tua mengatur emosi ketika menghadapi perilaku anak, serta apakah berteriak dan marah dapat dibenarkan dalam proses mendidik.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa pendidikan adab bukan hanya berbicara tentang perilaku anak, tetapi juga menuntut orang tua untuk terus belajar mengelola diri. Ketegasan tetap dibutuhkan, namun perlu diarahkan oleh ilmu, tujuan pendidikan yang jelas, dan cara penyampaian yang tidak merusak kedekatan hati.
Keprihatinan terhadap Adab Anak dan Pentingnya Kolaborasi
Pembina SIT Hasan Al-Banna, Ummu Rayna, menyampaikan bahwa tema seminar dipilih berangkat dari keprihatinan terhadap tantangan adab anak dan kebutuhan untuk memperkuat peran keluarga. Ust. Agus diundang karena dinilai memiliki perhatian dan pengalaman dalam bidang parenting serta pendidikan anak.
Pihak sekolah berharap seminar ini semakin menyadarkan wali murid bahwa mendidik anak merupakan amanah utama orang tua yang memerlukan sinergi dengan sekolah. Keselarasan nilai, komunikasi, dan pembagian peran antara rumah dan sekolah diharapkan dapat menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih konsisten bagi anak.
| “Tema ini kami pilih karena ada keprihatinan terhadap adab anak dan kebutuhan untuk semakin menguatkan peran orang tua. Kami berharap wali murid semakin sadar bahwa pendidikan anak adalah amanah orang tua, dan karena itu kerja sama yang baik dengan sekolah harus terus dibangun.”
– Ummu Rayna, Pembina SIT Hasan Al-Banna |
Bagian dari Syiar Pendidikan Keluarga MSQ
Bagi MSQ, penguatan parenting merupakan bagian dari dakwah pendidikan yang tidak terpisahkan dari ikhtiar membangun generasi Qur’ani. Konsep Pendidikan Aqil Baligh yang dikembangkan MSQ menempatkan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama yang perlu berjalan searah dengan sekolah.
Kolaborasi keluarga dan sekolah dipandang penting untuk membantu anak bertumbuh sebagai pribadi yang beriman, beradab, bertanggung jawab, dan siap memasuki fase baligh dengan kesadaran terhadap kewajiban sebagai seorang Muslim. Melalui kegiatan seperti ini, MSQ berupaya memperluas syiar pendidikan Al-Qur’an sekaligus menguatkan ekosistem keluarga Muslim yang lebih sadar akan amanah pendidikan.
