Ma'had Sabilul Qur'an

Quranic Camp 2026: Momen Santri MSQ Dekatkan Diri dengan Al-Qur’an dan Alam

BOGOR – Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) sukses menyelenggarakan agenda tahunan Quranic Camp yang berlangsung selama dua hari satu malam, pada tanggal 28–29 Mei 2026. Mengangkat konsep tadabur alam, kegiatan tahunan ini dilaksanakan di kawasan asri Curug Cidulang Khayangan Camping Ground, yang beralamat lengkap di Jl. Puncak Dua, Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur (Jonggol), Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16830.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, serta memiliki kedekatan yang erat dengan Al-Qur’an meskipun berada di luar lingkungan pesantren.

Pembukaan dan Pembekalan Nilai Kehidupan

Rangkaian acara diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Nurjayadi, S.Akun. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya menjaga adab selama berkegiatan di alam bebas.

“Kita di sini untuk camping have fun, bersenang-senang menikmati ciptaan Allah, namun adik-adik sekalian harus tetap sopan. Kegiatan ini seru-seruan, tetapi seluruh santri wajib tetap taat pada aturan yang berlaku,” tegas Ustadz Nurjayadi dalam sambutannya.

Memasuki waktu malam, suasana syahdu di bawah langit Sukamakmur kian terasa hangat dengan diadakannya agenda sharing session. Mengangkat tema krusial “Pemuda dan Al-Qur’an”, sesi ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Ma’had Sabilul Qur’an, Ustadz Agus Fadilla Sandi, S.Ag., M.Ag., Hafidzahullah ta’ala. Beliau memotivasi para santri agar menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas utama kehidupan di usia muda. Setelah sesi materi yang mendalam, malam kebersamaan ditutup dengan pertunjukan seni, di mana para santri unjuk bakat menampilkan drama terbaik secara berkelompok.

Ditempa Melalui Sujud di Gelapnya Malam

Kendati cuaca malam di lereng pegunungan terasa jauh lebih dingin dari biasanya—hingga rasa dingin seakan menusuk sampai ke tulang—hal tersebut tidak menyurutkan semangat spiritual para santri. Esok paginya, sebelum fajar menyingsing, para santri kompak bangun, meninggalkan kehangatan tenda demi menunaikan ibadah salat Tahajud berjemaah di bawah langit terbuka.

Semangat ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-’Ankabut ayat 56:

$$\text{يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ}$$

(Yā ‘ibādiyalladzīna āmanū inna ardhī wāsi‘atun fa iyyāya fa‘budūn)

Artinya: “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.”

Momen ini menjadi inti dari penempaan karakter di Quranic Camp. Di sinilah hati para santri dibina. Mereka belajar untuk menjadi pribadi yang kuat; bukan hanya tangguh saat menuntut ilmu di siang hari, melainkan juga mampu merendahkan diri dan bersujud di hadapan Rabb-nya pada kegelapan malam. Karena pada hakikatnya, pendidikan di MSQ bukan melulu tentang melatih kecerdasan otak, melainkan juga membina hati agar tetap hidup dan penuh dengan empati.

Keseruan Olahraga, Perlombaan, hingga Extreme Tracking

Memasuki hari kedua, Jumat (29/5), kegiatan dimulai dengan olahraga pagi bersama yang dilanjutkan dengan momen ngobrol santai sembari menikmati indahnya pemandangan sunrise (matahari terbit). Setelah sarapan pagi untuk mengisi energi, energi para santri kembali dibakar melalui penampilan yel-yel kelompok yang penuh semangat dan riuh keseruan.

Suasana semakin kompetitif dan meriah saat memasuki agenda yang paling ditunggu-tunggu, yaitu perlombaan antarkelompok untuk perebutan gelar juara. Lomba pertama yang memicu gelak tawa dan kerja sama tim adalah “voli air”.

Petualangan sejati Quranic Camp baru benar-benar diuji pada sesi siang, yakni tracking menuju Curug Khayangan. Jalur yang dilalui terbilang cukup ekstrem dengan medan bebatuan, permukaan jalan yang licin, serta rute yang didominasi tanjakan terjal. Meski menguras fisik, para santri membuktikan ketangguhannya dengan terus melangkah maju pantang menyerah hingga berhasil mencapai titik air terjun.

Rangkaian agenda Quranic Camp 2026 ini akhirnya resmi ditutup pada sore hari. Dengan membawa pulang pengalaman berharga, kedisiplinan baru, serta kedekatan emosional yang semakin erat, seluruh santri dan asatidzah kembali pulang menuju Ma’had Sabilul Qur’an dengan selamat.

Dokumentasi:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *