Ma'had Sabilul Qur'an

MSQ Dorong Mutu Pendidikan Tahfizh, Ustadz Agus Fadilla Sandi Jadi Narasumber Workshop CTL di Pondok Tahfizh Plus Abu Dzar

MSQ Dorong Mutu Pendidikan Tahfizh, Ustadz Agus Fadilla Sandi Jadi Narasumber Workshop CTL di Pondok Tahfizh Plus Abu Dzar

Bogor — Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) kembali menegaskan perannya dalam penguatan mutu pendidikan tahfizh Al-Qur’an melalui pengembangan kapasitas SDM dan manajemen pembelajaran. Kali ini, MSQ menugaskan Pimpinannya, Ustadz Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag., sebagai narasumber dalam Workshop Contextual Teaching & Learning (CTL) yang digelar di Pondok Tahfizh Plus Abu Dzar, Selasa (10/12/2024).

Kegiatan workshop yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut diselenggarakan dalam rangka menunjang standar proses pendidikan, khususnya pada aspek penguatan kompetensi pendidik dan pengembangan karakter santri. Workshop ini diikuti oleh para pengurus, musyrif halaqah, dan tenaga pendidik Pondok Tahfizh Plus Abu Dzar.

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Agus Fadilla Sandi menyampaikan materi bertajuk “Konsep Kepengasuhan dan Sistem Manajemen Halaqoh Tahfizh Al-Qur’an Berbasis Contextual Teaching & Learning (CTL)”. Materi ini dirancang untuk menjawab tantangan lembaga tahfizh agar pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter dan kesiapan hidup santri.

Mengawali pemaparannya, Ustadz Agus mengutip pesan Imam Asy-Syafi’i رحمه الله:

لَيس العلم ما حفظ، إِنما العلم ما نفع

“Bukanlah ilmu itu sesuatu yang hanya dihafal, sesungguhnya ilmu itu adalah sesuatu yang bermanfaat.” (As-Siyar, 10/89)

Menurutnya, pesan ini menjadi landasan penting dalam pengelolaan pendidikan tahfizh agar ilmu Al-Qur’an benar-benar hidup dalam perilaku dan keseharian santri.

 

MSQ Dorong Mutu Pendidikan Tahfizh, Ustadz Agus Fadilla Sandi Jadi Narasumber Workshop CTL di Pondok Tahfizh Plus Abu Dzar

Penguatan Kepengasuhan dan Manajemen Halaqoh Tahfizh Mutu Pendidikan Tahfizh

Dalam sesi utama, Ustadz Agus menekankan pentingnya kepengasuhan sebagai fondasi pembentukan karakter santri. Kepengasuhan yang tepat akan melahirkan pribadi santri yang berakhlak mulia, jujur, disiplin, serta memiliki hubungan emosional yang sehat dengan para pengurus dan pendidik.

Selain itu, ia juga menyoroti urgensi manajemen halaqoh tahfizh yang terstruktur dan terukur. Mulai dari perencanaan pembelajaran, pemilihan metode, pengaturan jadwal, hingga sistem evaluasi, semuanya harus dikelola secara profesional agar proses tahfizh berjalan optimal dan berkelanjutan.

 

MSQ Dorong Mutu Pendidikan Tahfizh, Ustadz Agus Fadilla Sandi Jadi Narasumber Workshop CTL di Pondok Tahfizh Plus Abu Dzar

CTL: Menjadikan Pembelajaran Tahfizh Lebih Bermakna

Ustadz Agus kemudian menguraikan konsep Contextual Teaching & Learning (CTL) sebagai pendekatan pembelajaran yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan nyata santri. Dengan CTL, proses belajar tidak berhenti pada hafalan, tetapi memberi makna mendalam dan relevansi praktis dalam kehidupan.

Ia menjelaskan tujuh komponen utama CTL, yaitu konstruktivisme, inquiry, questioning, learning community, modeling, reflection, dan authentic assessment. Ketujuh komponen ini, menurutnya, sangat relevan diterapkan dalam sistem halaqoh tahfizh Al-Qur’an.

Menutup materinya, Ustadz Agus menekankan langkah praktis implementasi CTL, antara lain dengan memulai dari satu komponen terlebih dahulu, melibatkan santri secara aktif dalam diskusi dan pembelajaran, serta melakukan evaluasi berkala untuk perbaikan berkelanjutan. Pendekatan ini disebut sebagai upaya menjembatani hafalan Al-Qur’an dengan realitas kehidupan santri.

 

MSQ Dorong Mutu Pendidikan Tahfizh, Ustadz Agus Fadilla Sandi Jadi Narasumber Workshop CTL di Pondok Tahfizh Plus Abu Dzar

Komitmen MSQ terhadap Mutu Pendidikan Tahfizh Berkelanjutan

Keterlibatan MSQ dalam kegiatan ini menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang konsisten mendorong manajemen mutu pendidikan tahfizh. MSQ tidak hanya fokus pada output hafalan, tetapi juga pada sistem, tata kelola, dan pengembangan SDM lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Komitmen tersebut sejalan dengan penerapan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan ISO 21001:2018, yang menekankan mutu layanan pendidikan, kepemimpinan yang efektif, pendekatan berbasis kebutuhan peserta didik, serta peningkatan berkelanjutan. Melalui berbagai workshop, pelatihan, dan pendampingan lembaga, MSQ terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan tahfizh di berbagai daerah.

Sementara itu, peran Ustadz Agus Fadilla Sandi tidak hanya sebagai pimpinan lembaga, tetapi juga sebagai trainer lembaga pendidikan Al-Qur’an dan da’i nasional, semakin menguatkan posisi MSQ sebagai rujukan dalam pengembangan pendidikan tahfizh yang profesional, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan generasi Qur’ani yang berkarakter.

Ke depan, MSQ berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dan kontribusi dalam penguatan mutu pendidikan Al-Qur’an demi melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga matang akhlak, akal, dan tanggung jawab sosialnya.

baca juga: Pimpinan Yayasan Ad-Dawaa Kunjungi MSQ, Bahas Penguatan Sistem Lembaga Pendidikan Tahfizh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *