Bangka Barat — Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) bekerja sama dengan Yayasan Tahfidz Sabilar Rosyad, Salsabila Qur’anic Center, serta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar Safari Dakwah Ketahanan Keluarga 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat–Ahad, 26–28 Desember 2025, di berbagai titik strategis di Bangka Barat.
Safari dakwah ini dipimpin langsung oleh Ustadz Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag., Pimpinan Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ), yang juga dikenal sebagai Juara 1 Da’i Champions MUI, Ketua Yayasan Markaz Studi Al-Qur’an, peneliti ketahanan keluarga Qur’ani dari IIQ Jakarta, serta penceramah program nasional Damai Indonesiaku di TvOne.
Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menjawab tantangan ketahanan keluarga di era modern, dengan menempatkan Al-Qur’an sebagai fondasi pembinaan iman, akal, dan adab dalam keluarga dan masyarakat.

Safari Dakwah Ketahanan Keluarga: MSQ Dorong Ketahanan Keluarga Berbasis Al-Qur’an
Safari Dakwah Ketahanan Keluarga 2025 dirancang sebagai rangkaian kajian, seminar, dan pelatihan yang menyasar orang tua, guru, ayah, serta masyarakat umum. MSQ mengambil peran strategis sebagai penggagas konsep dakwah keluarga Qur’ani yang tidak hanya normatif, tetapi aplikatif dan kontekstual dengan tantangan zaman.
Empat agenda utama diselenggarakan dalam kegiatan ini, yakni Kajian Keluarga Peradaban, Seminar Parenting, Training Pendidikan Guru, serta Safari Dakwah Ayah Teladan di sejumlah masjid di Bangka Barat.
Kajian Keluarga Peradaban: Menyiapkan Generasi Aqil Baligh
Agenda pertama adalah Kajian Keluarga Peradaban dengan tema “Peran Orang Tua dalam Menyiapkan Generasi Aqil Baligh”. Kajian ini dilaksanakan pada Jumat, 26 Desember 2025, pukul 16.00 WIB, bertempat di Masjid Yayasan Tahfidz Sabilar Rosyad, Mentok, Bangka Barat.
Kajian ini diikuti oleh ibu-ibu majelis taklim se-Kecamatan Mentok, para guru, wali santri, serta jamaah masyarakat sekitar. Turut hadir dan membersamai kegiatan ini Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman serta Pembina Yayasan Tahfidz Sabilar Rosyad H. Sampurno.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bangka Barat menegaskan pentingnya pendidikan agama dimulai dari keluarga. “Kita merasa dulu terlambat belajar agama. Jangan sampai anak-anak kita pun demikian. Dari keluargalah kita bina agar anak-anak tumbuh dengan agama,” ujarnya.
Ustadz Agus Fadilla Sandi menekankan bahwa fase aqil baligh merupakan masa krusial yang harus dipersiapkan oleh orang tua. Beliau menyoroti pentingnya kehadiran ayah dan bunda untuk membersamai Ananda, serta berkolaborasi dengan sekolah agar pendidikan anak berjalan optimal.

Seminar Parenting: Mendidik Akal Sehat Anak
Agenda kedua adalah Seminar Parenting – Fitrah Parenting Series #2 dengan tema “Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mendidik Akal Sehat pada Anak”. Seminar ini digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 09.00–11.00 WIB, di Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat, Pal 4, Mentok.
Seminar ini dihadiri oleh para guru, wali santri, dan masyarakat umum. Dalam materinya, Ustadz Agus mengajak peserta untuk memahami tantangan pendidikan akal anak di zaman ini. Mulai dari rimba digital, banjir informasi yang negatif, semua itu membutuhkan pendidikan akal agar anak menjadi pribadi yang kuat pendiriannya dan jernih akalnya.
“Pendidikan akal bertujuan agar akal anak terbimbing dan terarah dalam memahami kebenaran, dapat membedakan haq dan batil, serta dapat mengendalikan diri. Sebab, pengendalian diri yang baik adalah sifat ahli surga, sebaliknya orang yang tak mampu mengendalikan dirinya dan tak menggunakan akalnya ini adalah sifat ahli neraka”. Inilah menjadi refleksi penting yang mengemuka dalam seminar ini.

Training Pendidikan Guru: Kriteria Guru Teladan Generasi Qur’ani
Masih di hari yang sama, MSQ juga menyelenggarakan Training Pendidikan Guru bertema “Kriteria Guru Teladan dalam Mendidik Generasi Qur’ani” pada Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat.
Pelatihan ini diikuti oleh para guru, wali santri, serta perwakilan guru dari berbagai sekolah di Bangka Barat. Materi pelatihan menekankan peran guru sebagai teladan utama dalam pembentukan karakter, akal, dan ruh peserta didik.
“Mengajar itu penting, tetapi menjadi teladan jauh lebih penting. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan pembentuk akal, adab, dan ruh generasi,” tegas Ustadz Agus, sembari menjelaskan apa saja unsur kompetensi yang harusnya dimiliki oleh seorang guru pendidikan Al-Qur’an, inilah yang menjadi bahan muhasabah diri dan semangat peningkatan kapasitas bersama.
Safari Dakwah Ayah Teladan di Masjid-Masjid Bangka Barat dalam Safari Dakwah Ketahanan Keluarga
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Safari Dakwah Ayah Teladan yang digelar di sejumlah masjid di Bangka Barat pada 26–28 Desember 2025. Kajian ini mengangkat tema “Ayah sebagai Penanggung Jawab Pendidikan Keluarga”.
Kajian dilaksanakan di Masjid Al-Mushawwirul Ghaffar Mentok, Masjid An-Najah Sungai Daeng, Masjid Darul Abror Desa Airlintang Tempilang, dan Masjid Al-Amaliyah Sidorejo. Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman kembali turut membersamai beberapa agenda dan menyampaikan harapan agar kerja sama dakwah dan pendidikan keluarga ini dapat terus berlanjut.
Ustadz Agus menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman, peran ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi sebagai penanggung jawab utama pendidikan keluarga. Ayah adalah sosok yang paling bertanggung jawab dalam keluarga dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Maka, jadilah ayah amanah!

Komitmen MSQ Menguatkan Ketahanan Keluarga dan Mutu Pendidikan Al-Qur’an
Safari Dakwah Ketahanan Keluarga 2025 menjadi respon konkret terhadap isu nasional penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi ketahanan bangsa. Keluarga diposisikan sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama dalam membentuk karakter, akhlak, serta daya tahan moral generasi. Hal ini sejalan dengan semangat kebijakan dan regulasi yang menegaskan peran strategis keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) membuktikan komitmennya menghadirkan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga profesional dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola lembaga berbasis Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan ISO 21001:2018. Pendekatan ini menekankan mutu layanan pendidikan, kepemimpinan visioner, kolaborasi, serta peningkatan berkelanjutan.
Kehadiran Ustadz Agus Fadilla Sandi juga menegaskan perannya sebagai da’i ketahanan keluarga nasional dan pemerhati pendidikan aqil baligh. Melalui dakwah, riset, dan edukasi publik, beliau mengarusutamakan pembangunan keluarga Qur’ani yang sadar tanggung jawab. MSQ pun berkomitmen terus meluaskan dakwah ini melalui kolaborasi dan penguatan sistem pendidikan demi keluarga Indonesia yang tangguh dan beradab.

