Purwakarta — Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan pendidikan berbasis fitrah melalui Workshop dan Seminar Kesehatan Mental Santri yang digelar di Pondok Pesantren Minhajul Haq, Purwakarta, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq ini menghadirkan Ust. Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag., Pimpinan MSQ Bidang Pendidikan, SDM, dan Dakwah, sebagai pemateri utama.

Dalam sesi Teacher Training and Professional Development bertajuk “Menjadi Pendidik Teladan yang Menguatkan”, Ust. Agus menegaskan bahwa pendidik pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pengawas kedisiplinan, tetapi juga sebagai figur pengganti keluarga bagi santri. Menurutnya, sikap pendidik—mulai dari kelembutan, empati, hingga cara menegur—sangat menentukan stabilitas emosi dan kesehatan mental santri yang hidup jauh dari orang tua.
Ust. Agus juga memaparkan data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 yang menunjukkan bahwa satu dari tiga anak muda Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Ia menilai data tersebut sebagai alarm serius bagi dunia pesantren agar membangun ekosistem pendidikan yang aman secara emosional. Pendekatan metode Nabawi yang menekankan kasih sayang, kedekatan, apresiasi, dan ketegasan yang adil dinilai selaras dengan prinsip psikologi perkembangan anak muda.

Pada sesi Seminar Kesehatan Mental Santri bertema “Strong Muslim: Build Your Inner Strength! Menjadi Muslim yang Tangguh Agar Tak Mudah Rapuh”, Ust. Agus mengajak 600+ santri SMP dan SMA untuk memahami konsep mukmin yang kuat, yakni kuat iman, kuat jiwa, dan kuat kendali diri. Dengan pendekatan interaktif dan reflektif, santri diajak mengenali kelelahan batin, mengelola emosi, serta membangun ketahanan mental berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kesantrian dan Kepengasuhan Pesantren Minhajul Haq, Ustadz Abu Roby, S.Pd. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kunjungan serta faedah yang diberikan oleh Ust. Agus Fadilla Sandi dan tim MSQ.
“Sungguh ana pribadi berbahagia sekali dengan kunjungan dan faedah yang telah antum berikan, baik kepada para guru maupun para santri kami. Alhamdulillah, faedah-faedah yang disampaikan sangat bermanfaat bagi kami semua,” ujarnya.Ia juga berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan. “Semoga ini bukan kunjungan pertama dan terakhir, tetapi awal dari persaudaraan yang terus kita jaga, sehingga ada program saling berkunjung dan keberlanjutan di waktu yang lain. Jazakumullahu khairan wa ahsanallahu ilaikum,” tambahnya.

Kegiatan semisal ini menjadi bagian dari komitmen Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) dalam menapaki arah sebagai lembaga pendidikan Islam yang profesional dan berstandar internasional, sejalan dengan ISO 21001:2018 (Educational Organizations Management System). Komitmen tersebut tercermin dalam implementasi prinsip-prinsip utama, di antaranya fokus pada kebutuhan peserta didik, penyediaan lingkungan pembelajaran yang aman dan inklusif, peningkatan kompetensi pendidik secara berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi dan kemitraan pendidikan. Berbasis pendekatan ini, MSQ berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang bermutu, terukur, dan berorientasi pada penguatan fitrah peserta didik.
Melalui kolaborasi aktif seperti di Pesantren Minhajul Haq, MSQ merealisasikan pendidikan berbasis fitrah yang memperhatikan dimensi spiritual, emosional, dan psikologis santri, termasuk penguatan isu kesehatan mental sebagai bagian integral dari kualitas pendidikan Islam. Semoga Allah ﷻ senantiasa menguatkan MSQ agar terus istiqamah membuka ruang kolaborasi yang luas dengan berbagai pihak demi kemajuan pendidikan Islam yang profesional, unggul, dan rahmatan lil ‘alamin.
