Ma'had Sabilul Qur'an

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

Cibinong, 10 September 2026 — Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) terus memperkuat komitmen terhadap keamanan, kesehatan, dan kemaslahatan santri melalui langkah pengawasan serta evaluasi layanan pangan secara berkala.

Pada Kamis malam, 10 September 2026, pukul 18.30 WIB hingga selesai, pimpinan MSQ yang diwakili Ust. Atfin Alhafis, Lc. bersama Ust. Heri Kapri selaku Kepala Divisi Rumah Tangga MSQ melakukan kunjungan ke SPPG Nanggewer 5, Cibinong, Kabupaten Bogor. Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kerja sama yang telah berlangsung selama satu semester sekaligus upaya membangun komunikasi terbuka mengenai pengelolaan keamanan pangan.

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

Dalam pertemuan tersebut, MSQ menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin. Di saat yang sama, MSQ meminta penjelasan mengenai langkah mitigasi risiko keamanan pangan, khususnya menyikapi meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

Pihak SPPG kemudian menjelaskan alur pengelolaan pangan mulai dari penerimaan bahan hingga proses memasak. Menurut penjelasan pengelola, bahan basah diterima dalam kondisi segar pada hari pengolahan, umumnya sekitar pukul 02.00 WIB, lalu segera diproses. Pembagian tugas petugas memasak juga dilakukan secara khusus, misalnya antara pengolahan lauk dan sayur dengan penyiapan nasi, dengan tujuan menjaga fokus kerja dan kualitas proses.

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

Aspek higiene turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Pihak SPPG menerangkan penggunaan perlengkapan seperti masker dan penutup kepala bagi petugas serta pemeliharaan kebersihan area pengolahan. Selain itu, koordinasi operasional dilakukan melalui briefing dan evaluasi harian. Pihak SPPG juga menyampaikan bahwa unit tersebut telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Setelah sesi diskusi, perwakilan MSQ diberi kesempatan meninjau langsung area SPPG, termasuk area pengolahan dan memasak. Peninjauan tersebut menjadi sarana bagi MSQ untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai proses kerja di lapangan, tidak hanya berdasarkan penjelasan lisan.

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

Langkah ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap keamanan pangan pada program MBG. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa setiap SPPG wajib memiliki SLHS sebagai bagian dari kepatuhan terhadap standar higiene dan sanitasi. Badan Gizi Nasional juga menempatkan keamanan pangan serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur sebagai perhatian utama dalam penguatan tata kelola SPPG.

MSQ menyadari bahwa pengawasan keamanan pangan membutuhkan upaya berlapis. Oleh karena itu, selain melakukan komunikasi dan evaluasi bersama pihak SPPG, MSQ menjalankan mitigasi internal berupa pengecekan kondisi dan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada santri dan civitas. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, petugas diarahkan untuk segera melakukan pelaporan dan tindak lanjut.

Evaluasi terhadap layanan pangan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari budaya perbaikan berkelanjutan di MSQ. Kunjungan ini bukan dimaksudkan sebagai klaim bahwa risiko dapat dihilangkan sepenuhnya, melainkan sebagai ikhtiar nyata untuk memperkuat pencegahan, memperjelas jalur komunikasi, dan memastikan setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan bertanggung jawab.

MSQ Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan melalui Kunjungan ke SPPG Nanggewer 5

MSQ menyampaikan terima kasih kepada pihak SPPG atas keterbukaan, penjelasan yang komprehensif, serta kesempatan melakukan peninjauan langsung. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga seluruh santri, civitas MSQ, keluarga besar MSQ, serta semua pihak yang terlibat dalam pelayanan mereka.

 

Tentang pentingnya keamanan pangan

Keamanan pangan tidak cukup dinilai dari kandungan gizi. Proses pemilihan bahan, penyimpanan, pemasakan, penyajian, pengangkutan, higiene petugas, serta kepatuhan terhadap SOP merupakan bagian dari pengendalian risiko.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *