Jakarta, 30 Oktober 2025 – Dalam semangat memperkuat sinergi dakwah Al-Qur’an di lingkungan korporasi, Yayasan Amaliah Astra (YAA) menggelar kegiatan Temu Jamaah Umroh dan Customer Akikah 2025 di Ruang Executive Lounge, Gedung Amdi Lantai 8, Kompleks Astra, Jakarta.
Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta ini menghadirkan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Peserta merupakan alumni jamaah umroh dan pelanggan akikah Yayasan Amaliah Astra dari berbagai wilayah.
Sesi utama diisi oleh Ust. Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag., Pimpinan Bidang SDM dan Dakwah Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) sekaligus Ketua Yayasan Markaz Studi Al-Qur’an, dengan tema kajian “Menjaga Keimanan Setelah Kepulangan Ibadah Umroh.”

Dalam penyampaiannya, Ust. Agus menegaskan bahwa perjalanan ruhani tidak berhenti setelah ibadah umrah selesai.
“Perjalanan ruhani kita belum selesai, bahkan ini baru dimulai. Ibadah yang ditunaikan di Tanah Suci harusnya melahirkan perubahan setelah kembali ke tanah air. Allah berfirman, yang artinya: ‘Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka membawa ketenangan.’ (Q.S. Fussilat: 30),” jelasnya, seraya berbagi lima tips menjaga keimanan pasca umrah.
Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Dua peserta menyampaikan pertanyaan reflektif yang menunjukkan antusiasme terhadap tema kajian, terutama tentang cara menjaga semangat ibadah di tengah kesibukan bekerja.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Agus turut menghadirkan seorang santri SMPI Ma’had Sabilul Qur’an atas nama Adika Ezar Ilahi yang baru saja khatam 30 juz dan mampu membacakan hafalannya bil ghoib dalam satu hari (sardul Qur’an). Momen ini menginspirasi para peserta untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mendukung pendidikan generasi Qur’ani.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi strategis antara Markaz Studi Al-Qur’an (MSQ) dan Yayasan Amaliah Astra (YAA) dalam menghadirkan dakwah Qur’ani di lingkungan perusahaan nasional dan multinasional.
“MSQ berkomitmen menghadirkan dakwah Al-Qur’an yang kontekstual dan profesional, termasuk melalui sinergi dengan korporasi seperti Astra. Harapannya, nilai-nilai Al-Qur’an bisa hidup di dunia kerja dan membentuk budaya profesional yang berlandaskan iman,” ujar Ust. Agus menutup kajian.
Sekilas Tentang Markaz Studi Al-Qur’an
Markaz Studi Al-Qur’an merupakan lembaga yang berdedikasi pada pendidikan Al-Qur’an, pemberdayaan keluarga Qur’ani, dan kegiatan sosial berbasis filantropi Islam. Lembaga ini disahkan sebagai badan hukum berbentuk Yayasan pada 17 Juli 2024 melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0010993.AH.01.04.Tahun 2024.
MSQ mengusung visi: “Menjadi Pusat Pendidikan Masyarakat Qur’ani yang Unggul dan Berdaya Guna di Indonesia Pada Tahun 2030.”
Dalam perjalanannya, MSQ menaungi tiga divisi utama, yaitu:
- MSQ Learning Center, fokus pada pendidikan keluarga Qur’ani dan pembinaan generasi aqil baligh (mukallaf).
- Huffazh Center, fokus pada kaderisasi hafizh dan pengembangan lembaga tahfizh profesional.
- MSQ Peduli Bersama, fokus pada kegiatan sosial, zakat, infak, wakaf, dan pemberdayaan umat.
Ketiga divisi ini saling bersinergi untuk mewujudkan masyarakat Qur’ani yang unggul, mandiri, dan berdaya guna.
#MSQ #DakwahQurani #YayasanAmaliahAstra #KajianIslam #Umroh #Akikah #CorporateDakwah #GenerasiQurani #MarkazStudiAlQuran #FilantropiIslam #QuranLeadership

