BOGOR — Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pendidikan pesantren. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi para pimpinan yang terlibat langsung dalam pengembangan lembaga dan pembinaan SDM.
Pimpinan MSQ Bidang SDM dan Dakwah, Ust. Agus Fadilla Sandi, S.H., M.Ag., mengikuti rangkaian penguatan kompetensi di bidang pelatihan mulai dari metodologi instruktur hingga Instruktur Master. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menata proses pelatihan, pengembangan kapasitas, dan pembinaan SDM secara lebih sistematis.
Proses sertifikasi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Instruktur Kompeten Nasional (LSP IKN), LSP pihak ketiga yang tercatat aktif di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan nomor lisensi BNSP-LSP-2204-ID. Data resmi BNSP mencatat LSP IKN memiliki skema Instruktur dan Instruktur Master.

Berawal dari Pelatihan Instruktur Master
Perjalanan tersebut dimulai ketika Ust. Agus mengikuti Pelatihan Instruktur Master KKNI Level 6 pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pelatihan berlangsung secara daring pada pukul 09.00–16.00 WIB dan menjadi ruang pendalaman kompetensi dalam pengelolaan pelatihan serta pengembangan sistem pembelajaran.
Setelah mengikuti program tersebut, Ust. Agus kemudian memperoleh kesempatan beasiswa untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) Metodologi Instruktur KKNI Level 4 pada 13–14 Juni 2026.
Menurut Ust. Agus, kedua program tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi. Penguatan pada jenjang Instruktur Master membantu membangun cara pandang mengenai pengelolaan lembaga dan sistem pelatihan, sementara metodologi instruktur menguatkan kemampuan merancang, mengemas, dan menyampaikan materi agar proses peningkatan kapasitas SDM berlangsung lebih terstruktur.
“Sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen pimpinan MSQ untuk terus mengembangkan lembaga dan sumber daya manusia. Dengan proses ini, pimpinan mendapatkan wawasan, cara pandang, serta langkah yang lebih terarah dalam mengelola lembaga dan mengembangkan SDM.”
— Ustaz Agus Fadilla Sandi

Kompetensi untuk Pengembangan SDM MSQ
Bagi Ust. Agus, penguatan kompetensi tersebut tidak diarahkan sekadar untuk menambah kredensial profesional. Ia menempatkannya sebagai bagian dari tanggung jawab pimpinan untuk membangun sistem pengembangan SDM yang terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan.
“Dalam pelatihan Instruktur Master kami banyak mendapatkan penguatan terkait pengelolaan, sedangkan pada metodologi instruktur kami belajar bagaimana materi dirancang, dikemas, dan disampaikan kepada audiens. Di MSQ, kompetensi itu sangat relevan untuk pengembangan dan pelatihan SDM.”
— Ustaz Agus Fadilla Sandi
Ia berharap budaya peningkatan kompetensi berkembang pada seluruh unsur lembaga, mulai dari pimpinan, guru, musyrif, hingga tenaga kependidikan, sesuai bidang tugas dan amanah masing-masing.
“Harapannya, seluruh SDM MSQ, dimulai dari unsur pimpinan, memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugas dan amanah yang diemban. Kita ingin membangun budaya bahwa setiap orang yang mendapat amanah pendidikan terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya.”
— Ustaz Agus Fadilla Sandi
MSQ Perkuat Tata Kelola Pendidikan Pesantren
Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Cibinong, Kabupaten Bogor, yang mengintegrasikan Tahfizh Al-Qur’an, Ulumul Syar’i, pendidikan formal, pembinaan karakter Aqil Baligh, dan kecakapan hidup. MSQ mengembangkan lingkungan pendidikan yang Islami, aman, ramah, bebas perundungan, dan bernuansa kekeluargaan.
MSQ berdiri pada 2022 di bawah naungan Yayasan Ma’had Sabilul Qur’an. Seiring perkembangannya, layanan pendidikan yang dibangun mencakup RA Taqi Nurul Iman, SDI Tahfizh, SMPI Tahfizh, SMAI Tahfizh, Huffazh Center, serta Markaz Studi Al-Qur’an.
Pada Juni 2024, MSQ mulai memanfaatkan tanah wakaf di Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, sebagai pusat pendidikan, tahfizh, pembinaan, dan dakwah Al-Qur’an.
Ke depan, MSQ menguatkan positioning sebagai Pondok Pesantren Tahfizh Aqil Baligh sekaligus menata sistem manajemen pendidikan menuju ISO 21001:2025. ISO 21001:2025 merupakan standar internasional untuk sistem manajemen organisasi pendidikan yang diterbitkan pada 2025.

Lebih dari Satu Dekade di Dunia Pesantren
Ust. Agus Fadilla Sandi memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam dunia kepesantrenan, terutama pada bidang halaqah Al-Qur’an, kepengasuhan santri, manajemen pesantren, pengembangan SDM, dan dakwah.
Selain menjabat Pimpinan MSQ Bidang SDM dan Dakwah, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Yayasan Markaz Studi Al-Qur’an serta terlibat dalam pendampingan pengembangan mutu pesantren dan sumber daya manusia.
Bidang yang menjadi perhatiannya meliputi mutu pendidikan pesantren, pengembangan SDM, kepemimpinan pendidikan, keluarga dan parenting, pendidikan Aqil Baligh, serta pengembangan sistem pembinaan Al-Qur’an.
Di bidang dakwah, Ust. Agus juga pernah meraih prestasi tingkat nasional, antara lain Juara I Dai Champions MUI–tvOne dan Juara III Penulisan Naskah Khotbah Jumat. Pengalaman dakwah lisan dan tulisan tersebut dipadukan dengan penguatan kompetensi di bidang pelatihan dan pengembangan SDM.
Diharapkan Berdampak pada Pengembangan Lembaga
Ketua LSP Instruktur Kompeten Nasional, Mediyarto, berharap kompetensi yang diperoleh dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan MSQ maupun aktivitas dakwah Ust. Agus ke depan.
“Semoga ini menjadi amal jariah dari kami dan LSP IKN untuk pengembangan MSQ dan dakwah Ust. Agus Fadilla Sandi ke depan, agar lembaga dapat terkelola semakin profesional dan materi dakwah semakin terstruktur.”
— Mediyarto
Bagi MSQ, peningkatan kompetensi pimpinan menjadi bagian dari proses membangun lembaga pendidikan Al-Qur’an yang terus belajar dan melakukan perbaikan. Pengembangan mutu tidak hanya diarahkan kepada santri sebagai peserta didik, tetapi juga kepada orang-orang yang mendidik, mengasuh, memimpin, dan menjalankan sistem pendidikan.
Melalui langkah tersebut, MSQ berharap dapat membangun ekosistem pesantren yang kuat dalam nilai Al-Qur’an dan pendidikan karakter, sekaligus semakin profesional dalam tata kelola, pengembangan SDM, dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.