Ma'had Sabilul Qur'an

Setiap Perjalanan Akan Allah Ganti dengan Kebaikan: Faedah Tausiyah Ustadz Nāfi‘ Zainuddīn di Multaqo PULDAPII ke-15 Batam

 

Batam, 22 Oktober 2025 — Kegiatan hari kedua Multaqo PULDAPII ke-15 di Hotel Harmoni One, Batam, diawali dengan salat Subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan tausiyah pagi yang penuh hikmah dari Ustadz Nafi’ Zainuddin, Lc., M.H.I., selaku Dewan Pembina PULDAPII. Dalam sesi yang berlangsung khusyuk dan penuh kehangatan itu, beliau membuka nasihatnya dengan perkataan agung Imam asy-Syāfi‘i rahimahullah:

سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُ

“Berjalanlah (berkelanalah), niscaya engkau akan mendapatkan ganti dari orang yang engkau tinggalkan…”

Beliau menegaskan, sebagaimana ungkapan Imam asy-Syāfi‘i tersebut, bahwa setiap perjalanan dan pengorbanan dalam dakwah dan ilmu pasti akan Allah ganti dengan kebaikan yang lebih baik. “Alhamdulillah, saat ini kita telah merasakan banyak gantinya. Baik nikmat yang bersifat materi maupun maknawi,” tutur beliau dengan senyum penuh makna.

Dengan gaya yang ringan dan penuh humor, beliau menyinggung makna nama Al-Kahfi dari lembaga tuan rumah Multaqo. “Kata Al-Kahfi berarti gua — tempat penuh rahasia. Kemarin baru kulitnya, hari ini dan besok, insya Allah, kita akan temukan rahasia-rahasianya yang lebih istimewa,” ucapnya disambut tawa para peserta.

Ustadz Nāfi’ kemudian mengingatkan, tidak ada keberhasilan dalam perjuangan dakwah dan pendidikan tanpa juhud (kesungguhan) dan pertolongan dari Allah. “Tidak mungkin seseorang mencapai puncak tanpa kesungguhan dan taufik dari Allah,” ujar beliau menekankan.

Dalam tausiyahnya, beliau juga menyebutkan keindahan bacaan Imam Warasy—salah satu perawi qira’at dari Imam Nāfi‘—yang terkenal karena suara indah dan merdu seperti kicauan burung. “Kita tadi menyimak bacaan dengan qira’at Warasy, yang disebut demikian karena bacaan beliau begitu lembut dan indah,” jelas beliau seraya menceritakan sekilas perjuangan Imam Warasy dalam menuntut ilmu Al-Qur’an.

Beliau kemudian melanjutkan nasihat Imam asy-Syāfi‘i:

وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ

“Bersungguh-sungguhlah, karena lezatnya kehidupan itu ada dalam kesungguhan.”

Untuk memperkuat makna keteguhan, beliau menutup dengan kisah keislaman Tsumāmah bin Utsāl—pemimpin Bani Hanīfah yang tertawan dan diikat di tiang Masjid Nabawi. Rasulullah ﷺ menanyainya, “Apa yang ada padamu, wahai Tsumāmah?” Ia menjawab, “Jika engkau membunuhku, engkau membunuh seorang pemimpin; jika engkau berbuat baik kepadaku, engkau berbuat baik kepada orang yang tahu berterima kasih; jika engkau menginginkan harta, mintalah sesukamu.” Beberapa hari kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan agar dia dilepaskan. Dengan izin Allah, Tsumāmah pun kembali dan menyatakan keislamannya dengan penuh keyakinan.

Melalui kisah tersebut, Ustadz Nāfi’ menekankan pentingnya kelembutan dan keteladanan dalam dakwah. “Tidak ada kebaikan yang sia-sia. Apa pun yang kita lakukan di jalan Allah, pasti akan diganti oleh-Nya dengan yang lebih baik,” pesan beliau.

Formulir Program Orang Tua Asuh Santri Dhuafa

Menutup tausiyah, beliau memanjatkan doa agar seluruh peserta Multaqo mendapatkan ‘iwadh (ganti) terbaik dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat. “Semoga kelak kita dikumpulkan kembali dalam surga-Nya, sebagaimana hari ini Allah kumpulkan kita dalam majelis ilmu yang mulia ini,” tutup beliau dengan doa yang diamini seluruh peserta.

Tausiyah Pagi Hari Kedua Multaqo PULDAPII ke-15 Batam
Disampaikan oleh: Ustadz Nāfi‘ Zainuddīn, Lc., M.H.I. (Dewan Pembina PULDAPII)
Ditulis oleh: Abu Musa, Agus Fadilla Sandi