
(Disarikan dari Kitab Tadzkirotus Sāmi‘ wal Mutakallim karya al-Imām Badruddīn Ibnu Jamā‘ah asy-Syāfi‘ī)
Sekolah atau madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan tempat tinggal dan tumbuhnya para penuntut ilmu. Oleh karena itu, santri hendaknya memilih sekolah atau madrasah dengan penuh kehati-hatian. Sebab, tempat belajar adalah rumahnya para penuntut ilmu, maka penting memastikan bahwa lingkungan dan sumbernya bersih nan berkah.
Adab dalam memilih lembaga pendidikan :
1. Memilih lembaga Pendidikan yang pendirinya dikenal wara’ (berhati-hati dalam agama) dan jauh dari bid‘ah
Sebaiknya penuntut ilmu belajar di lembaga yang wakaf dan sumber pendanaannya halal, serta pengelola dan guru-gurunya menjaga kemurnian akidah dan sunnah.
2. Pastikan bahwa harta dan fasilitas sekolah berasal dari sumber yang halal
Kehati-hatian dalam memilih tempat tinggal sama pentingnya dengan kehati-hatian dalam memilih makanan, pakaian, dan segala kebutuhan hidup.
3. Sebisa mungkin hindari sekolah yang dibangun atau dibiayai oleh pihak yang tidak jelas keadaannya
Terutama jika asal usul pembangun atau donaturnya tidak diketahui kehalalannya. Namun, bila keadaannya jelas dan diketahui baik, maka tidak mengapa.
Ibnu Jamā‘ah menegaskan bahwa sangat jarang lembaga besar yang seluruh pengelolanya bersih dari kezaliman, namun seorang penuntut ilmu tetap wajib berusaha mencari tempat yang paling selamat dan mendekati ketakwaan. Sekolah yang bersih dari syubhat dan bid‘ah akan menjadi tempat yang Allah berkahi bagi tumbuhnya ilmu dan adab bagi penuntut ilmu.
Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ), 19 Oktober 2025
Abu Musa, Agus Fadilla Sandi
