Ma'had Sabilul Qur'an

Urip Sawang Sinawang

Setiap manusia menapaki ujian hidupnya masing-masing. Apa yang terasa ringan bagi kita, bisa jadi terasa sangat berat bagi yang lain.

Sebab tak ada beban yang benar-benar sama di pundak setiap jiwa.

Hidup ini hanyalah sawang sinawang kita hanya mampu melihat dari luar, tanpa pernah tahu benar apa yang sedang dirasakan seseorang di dalam hatinya.

Maka, tak perlu membandingkan, apalagi iri terhadap kehidupan saudara kita. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Thaha: 131)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa apa yang tampak indah di mata, belum tentu menenangkan di dada. Kenikmatan dunia hanyalah ujian, sementara ketenangan hati adalah karunia yang jauh lebih berharga.

Sering kali, saat kita merasa hidup orang lain lebih mudah, mereka justru menatap kita dengan pandangan yang sama.

Kita sibuk menyesali apa yang tidak kita miliki, tanpa sadar banyak orang yang sedang menginginkan posisi kita.

Sebab manusia sering memakai topeng dalam hidupnya. Tertawa untuk menutupi luka, tersenyum demi menyembunyikan duka, dan tampak kuat padahal hatinya hampir runtuh. Allah pun telah berfirman:

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Kami telah menentukan di antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”
(QS. Az-Zukhruf: 32)

Rasulullah ﷺ pun menasihati dengan lembut:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah darimu, dan jangan melihat kepada yang lebih tinggi. Sebab hal itu lebih pantas agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim, no. 2963)

Dan dalam doanya yang penuh kasih, Rasulullah ﷺ berucap:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk melakukan kebaikan, meninggalkan kemungkaran, dan mencintai orang-orang miskin.” (HR. At-Tirmidzi, hasan shahih)

Hidup adalah sawang sinawang.
Yang tampak bahagia belum tentu tanpa luka, dan yang tampak sederhana belum tentu tanpa nikmat. Maka syukurilah bagian hidup kita, karena di sanalah Allah menitipkan takdir terbaik yang Ia pilihkan khusus untuk kita

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ القَانِعِينَ، الرَّاضِينَ بِقَضَائِكَ، الشَّاكِرِينَ عَلَى نِعْمَائِكَ، وَاغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang qana‘ah, yang ridha atas ketentuan-Mu, yang senantiasa bersyukur atas nikmat-Mu, dan cukupkanlah kami dengan karunia-Mu, hingga kami tak bergantung kepada selain-Mu.”

Ust. Fathul Mujab, S.Pd.I
Kepala RA Taqi Nurul Iman
Koordinator Kepengasuhan SMPI & SMAI