Ajang Pembentukan Karakter Santri Melalui Budaya Kebersihan dan Kedisiplinan
Suasana pagi di halaman Masjid Ma’had Sabilul Qur’an, Jumat (31/10/2025), terasa lebih semarak dari biasanya. Puluhan santri berdiri rapi mengikuti apel pagi sebelum halaqah pertama dimulai. Namun kali ini, apel pagi tersebut memiliki nuansa yang berbeda—karena menjadi momen pengumuman pemenang Lomba Kamar Edukatif Bulan Oktober.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Zaid, S.Ag. ini mengusung tema “Kebersihan Kamar adalah Indikator Keimanan Penghuninya.” Sebuah tema yang sejalan dengan nilai-nilai dasar pendidikan di Ma’had Sabilul Qur’an, di mana kebersihan dan kerapian bukan hanya perkara fisik, tetapi juga cerminan dari keimanan dan kedisiplinan seorang santri.
Kegiatan Lomba Kamar Edukatif sendiri dilaksanakan secara rutin setiap bulan, dengan tujuan mendidik para santri agar terbiasa menjaga kebersihan dan kerapian kamar mereka masing-masing. Penilaian dilakukan oleh para musyrif dengan memperhatikan aspek kebersihan, keteraturan, serta kekompakan antaranggota kamar.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, Kamar Madinah akhirnya berhasil meraih predikat kamar terbaik bulan Oktober. Kamar ini dikenal karena keistiqamahan penghuninya dalam menjaga lingkungan kamar yang bersih dan tertata rapi. Musyrif kamar, Ust. Ari Pawana dan Ust. Ibnu Al Hafiz, berperan aktif membimbing para santri agar senantiasa menanamkan kebiasaan positif tersebut.

Kamar Madinah dipimpin oleh Abdul Muhsin Habibillah sebagai ketua kamar, bersama para anggota seperti Ahmad Al Ghifary, yang juga dinobatkan sebagai santri teladan. Muhammad Reyvan Arshavin turut mewakili kamar Madinah untuk menerima penghargaan dalam apel pagi yang penuh sorak gembira dan tepuk tangan semangat dari para santri lainnya.
“Kamar yang Bersih Cermin Hati yang Lapang”
Dalam sambutannya, Ustadz Muhammad Zaid, S.Ag. memberikan pesan mendalam kepada seluruh santri:
“Kamar yang bersih bukan hanya menunjukkan keteraturan, tapi juga mencerminkan ketenangan hati penghuninya. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Maka, menjaga kamar berarti menjaga kehormatan diri sebagai penuntut ilmu dan penjaga Al-Qur’an,” ujarnya dengan penuh semangat.
Beliau menegaskan bahwa kebersihan dan kerapian bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga bentuk khidmah kepada lingkungan pesantren. Melalui kompetisi ini, para santri diajak untuk menumbuhkan sikap disiplin, saling menghargai, dan cinta terhadap kerapian.
Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter dan pembiasaan hidup bersih di lingkungan Ma’had. Dengan lomba seperti ini, para santri belajar bahwa kebersihan bukanlah tugas sesaat, melainkan kebiasaan yang harus dijaga setiap hari.
Semangat yang terpancar dari wajah para santri menunjukkan bahwa kegiatan edukatif semacam ini berhasil menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan mereka—mulai dari tanggung jawab, kerja sama, hingga kesadaran spiritual bahwa kebersihan adalah bagian dari ibadah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ) dalam mewujudkan visi besar lembaga, yaitu “Menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an terkemuka dan bertaraf internasional di Jawa Barat pada tahun 2030.”
