Ma'had Sabilul Qur'an

Assessment Marhalah Tamhidiyah di SMPI dan SMAI Ma’had Sabilul Qur’an Tapel 2025/2026

Assessment Marhalah Tamhidiyah

Pelaksanaan Assessment Marhalah Tamhidiyah

Bogor, Sabtu 01 November 2025. Assessment Marhalah Tamhidiyah di SMPI dan SMAI Ma’had Sabilul Qur’an telah dilaksanakan pada Rabu hingga Kamis kemarin tanggal 29 – 31 oktober bertempat di ruang kelas utama MSQ. Assessment ini merupakan bagian dari program pembinaan dasar bagi santri baru sebelum memasuki tahapan pembelajaran tahfidz dan diniyyah yang lebih mendalam.

Santri mengikuti Assessment Marhalah Tamhidiyah

Program Marhalah Tamhidiyah menjadi pondasi awal dalam menanamkan keterampilan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar, pembiasaan adab santri, serta kesiapan mental dalam menjalani kehidupan belajar di pesantren.

Suasana Assessment Marhalah Tamhidiyah

dan Materi yang Diujikan

Selama Assessment Marhalah Tamhidiyah berlangsung, para santri tampak sungguh-sungguh, fokus, dan disiplin mengerjakan soal. Pengawas ujian menjaga suasana tetap kondusif agar proses penilaian berjalan maksimal.

Beberapa materi yang diujikan meliputi:

  • Assessment Tuhfathul Athfal (Ujian Praktek)
  • Assessment Adab Thalibul Ilmi
  • Assessment Tibyan
  • Assessment Sifat Shalat Nabi
  • Assessment Hisnul Muslim
  • Assessment Fiqih Aqil Baligh
  • Assessment Membaca Al-Qur’an
  • Assessment Praktek Wudhu
  • Assessment Praktek Shalat
  • Assessment Zikir Setelah Shalat
  • Assessment Zikir Pagi dan Petang

Ujian ini tidak hanya menilai kemampuan kognitif, tetapi juga konsistensi sikap, etika, dan keseriusan belajar santri.

Tujuan Assessment Marhalah Tamhidiyah

Tujuan utama pelaksanaan Assessment Marhalah Tamhidiyah adalah untuk:

Formulir Program Orang Tua Asuh Santri Dhuafa

  • Memetakan kemampuan santri agar penempatan halaqah sesuai dengan tingkatannya.
  • Menguatkan fondasi bacaan Al-Qur’an sebelum naik ke fase pembelajaran lanjutan.
  • Menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan adab belajar.

Dengan hasil ujian ini, para musyrif dan tim ikhtibar akan menentukan jalur perkembangan santri sehingga proses pendidikan lebih terarah dan terukur.