“Anak-anak adalah peniru terbaik, maka lakukanlah yang terbaik untuk mereka tiru.”
Mereka bukan hanya mendengar, tetapi juga melihat dan mencontoh. Pertanyaannya, sudahkah kita memperbaiki diri sebelum berupaya memperbaiki mereka?
‘Uqbah bin Abi Sufyan berkata kepada guru anaknya:
لِيَكنْ أوَّلَ إصلاحِك لولدِك إصلاحُك لنفسِك، فإنَّ عيونَهم معقودةٌ بك، فالحسنُ عندَهم ما صنعتَ، والقبيحُ عندهم ما تركتَ.
“Hendaklah langkah pertama yang menjadi upayamu dalam perbaikan terhadap anakmu adalah perbaikan terhadap dirimu sendiri. Karena mata mereka selalu tertuju kepadamu, sehingga kebaikan menurut mereka adalah apa yang engkau lakukan, dan keburukan menurut mereka adalah apa yang engkau tinggalkan.” (Al-Bayan wa At-Tabyin, hal. 249)
Mari jadikan diri kita teladan terbaik bagi anak-anak yang kita didik. Mulailah dengan memperbaiki niat, perkataan, dan perbuatan. Sebab, keteladanan itu dapat tertanamkan walau tak diajarkan.
Abu Musa, Agus Fadilla Sandi
Ma’had Sabilul Qur’an (MSQ)